My First Sand Storm
Biasanya kalau seseorang pergi ke luar negeri, pasti ada sesuatu yang khas dan ingin ditunjukkan sebagai penanda bahwa ia sudah pernah di sana. Ada yang menunjukkan pengalaman “The First snow” Ada pula yang menunjukkan foto landmark terkenal di negara itu. Pokoknya khasnya lah.
Nah, Alhamdulillah ‘Alaa kulli haalin (Segala Puji bagi Alloh pada setiap hal/keadaan), saya memperoleh pengalaman itu juga. Meski sekarang saya tinggal di wilayah provinsi Makkah, saya tak hendak menunjukkan foto-foto ibadah di Haramain. Karena, bagi masyarakat di Indonesia sudah sangat jamak beliau-beliau yang pernah berkunjung ke Makkah, Madinah, atau lokasi tujuan Haji dan Umroh lainnya.
Tapi pengalaman disergap badai gurun ini baru pertama saya rasakan. Exciting sekali. Campur aduk antara penasaran, khawatir, serta insting survival. Dulu hanya bisa menyaksikannya di film, sekarang mengalami langsung. Dan, indahnya, ternyata, inilah pengalaman atau performa khas yang bisa menjadi penanda bahwa kami pernah berada di sini, di Negara PetroDollar, berlatar belakang padang pasir. Kerajaan Saudi Arabia.
Inzet: Fenomena ini direkam ketika menjelang jamaah Sholat Ashar waktu Jeddah. Maa syaa Allah, para mahasiswa di KAU ini meski badai pasir tetap bergerak melangkahkan kaki ke masjid, memenuhi panggilan Alloh ta’ala. Baarakallaahu fiikum.